Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian dan Model-Model Teologi Kontekstual

Selamat datang di situs Blogger Toraja.

Pada akhir abad ke 20, istilah kontekstualitas sudah mulai banyak digunakan dalam dunia teologi. Minat ini dirangsang oleh sejumlah faktor seperti mulai bersuaranya jemaat Kristen, kekecewaan dengan beberapa cara berteologi yang diwariskan dan kebutuhan untuk menemukan bentuk ungkapan Teologis yang lebih sepadan dengan realitas-realitas yang sedang berubah.

Berteologi secara kontekstual bukan suatu pilihan yang bersifat fakultatif, bukan pula merupakan minat dan perhatian Dunia Ketiga atau para misionaris yang berkarya disana. Kontekstualisasi Teologi merupakan upaya untuk memahami iman Kristen dipandang dari segi konteks tertentu. Sebagaimana yang kita pahami tentang Teologi dewasa ini, maka kontekstualisasi Teologi merupakan bagian dari hakikat terdalam dari Teologi itu sendiri.

Nah pada pembahasan kali ini, Blogger Toraja akan membahas mengenai apa itu Teologi Kontekstual, pengertian Teologi Kontekstuan menurut para ahli dan juga 6 model Teologi Kontekstual menurut Stephen B. Bevans. Yuk langsung disimak pembahasannya berikut.

Apa itu Teologi Kontekstual?

Buat kamu yang bertanya-tanya mengenai apa itu Teologi Kontekstual? Jadi Teologi Kontekstual adalah sebuah cabang ilmu Teologi Kristen yang menelaah bagaimana ajaran kristen menjadi relevan di konteks-konteks tertentu. 

Pengertian Teologi Kontekstual Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa defenisi Teologi Kontekstual menurut para ahli:

1. Yakob Tomatala "Teologi Kontekstual: Suatu Pengantar)

Teologi Kontekstual adalah cabang ilmu teologi Kristen yang menelaah bagaimana ajaran Kristen dapat menjadi relevan di konteks-konteks yang berbeda-beda.

2. Kobong

Kobong mendefenisikan Teologi Kontekstual secara sederhana yakni kalau kita mendengarkan injil Yesus Kristus yang diberitakan kepada kita, lalu kita berusaha mengertinya dengan cara kita merasa, berpikir dan bertindak yang dibentuk dan ditentukan oleh adat istiadat dan kebudayaan kita, lalu hasil penghayatan itu kemudian kita tuangkan dalam bentuk-bentuk yang dapat kita pahami dan hayati, maka kita sudah terlibat dalam usaha kontekstualisas. 

Teologi hanya dapat disebut sebagai teologi apabila ia benar-benar kontekstual. Alasannya adalah; karena teologi tidak lain dan tidak bukan adalah upaya untuk mempertemukan secara dialektik, kreatif dan esensial antara “teks dengan konteks” antara pernyataan injil yang universal dengan kenyataan hidup yang kontekstual.

3. Yakob Tomatala "Penginjilan Masa Kini"

Kata “Kontekstualisasi” (Contextualisation) berasal dari kata ‘konteks’ (Context) yang diangkat dari kata Latin “Contextere” yang berarti menenun atau menghubungkan bersama (menjadikan satu). Kata benda “Contextus” menunjuk kepada apa yang telah ditenun (tertenun), di mana semuanya telah dihubung-hubungkan secara keseluruhan menjadi satu.

4. Budiman R.L

Teologi Kontekstual merupakan satu cara menyampaikan dan meneladani Injil supaya kita dapat memenangkan sebanyak mungkin orang. Kita menyesuaikan diri dengan adat setempat supaya Injil menjadi relevan. Kita juga hidup di bawah hukum Kristus supaya Injil uang disampaikan itu tetap murni.

5. Eka Darmaputra

Teologi Kontekstual adalah teologi itu sendiri yang hanya dapat disebut sabagai teologi apabila ia benar-benar kontekstual. Mengapa demikian? Oleh karena pada hakekatnya, teologi tidak lain dan tidak bukan adalah upaya untuk mempertemukan secara dialektis kreatif secara esensial antara teks dan konteks, antara kerygma yang universal dengan kenyataan hidup yang kontekstual. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa teologi adalah upaya untuk merumuskan penghayatan iman kristiani pada konteks, ruang, dan waktu yang tertentu.

Model-Model Teologi Kontekstual

Dalam buku "Model-Model Teologi Kontekstual" karya Stephen B. Bevans memaparkan ada 6 model Teologi Kontekstual yakni: 

  1. Model Terjemahan, 
  2. Model Antropologis, 
  3. Model Praksis, 
  4. Model Sintesis, 
  5. Model Transendental 
  6. Model Budaya Tandingan. 
Mengenai penjelasan tiap model-model Teologi Kontekstual diatas bisa kamu baca dalam buku Stephen B. Beavans.

Demikianlah pembahasan saya mengenai Apa Itu Teologi Kontekstual, Pengertian Teologi Kontekstual dan 6 Model Teologi Kontekstual. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

Blogger Toraja
Blogger Toraja Anugerah terbesar adalah ketika kita memiliki kemampuan dan masih diberi kesempatan untuk berbagi kepada sesama walaupun itu hanya lewat ketikan keyboard
close