Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Homiletika (Pengertian, Fungsi, Kedudukan)

Selamat datang di situs Blogger Toraja.

Sebagai seorang pelayanan Tuhan di tengah-tengah jemaat, kita dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaat salah satunya dalam berkhotbah memberitakan Firman Tuhan. Khotbah adalah sebuah keterampilan berkomunikasi yang konsepnya bersumber dari Alkitab dan telah melalui penafsiran yang benar dari ayat Alkitab yang telah dipilih.

Khotbah juga adalah Firman Tuhan yang harus diterima, dirasakan dan dilakukan oleh diri sendiri kemudian disampaikan dengan tegas dan nyata agar menjadi kesaksian dan jalan keselamatan bagi umat Tuhan yang mendengarkannya.

Karena kita sudah menyadari pentingnya berkhotbah maka kamu juga setidaknya harus mengetahui dasar-dasar ilmu berkhotbah atau Homiletika. Dengan begitu, kamu bisa menemukan metode Homiletika yang tepat untuk memberitakan Firman Tuhan kepada orang lain.

Nah pada pembahasan kali ini, Blogger Toraja akan memaparkan apa itu Homiletika yang meliputi pengertian Homiletika, Fungsi Homiletika, Metode Homiletika dan kedudukan Homiletika dalam Teologi. Yuk langsung saja disimak pembahasannya berikut:

Apa Itu Homiletika?

Homiletika berasal dari kata Yunani "Homilia" yang mempunyai arti dasar: perundingan, penguraianatau khotbah. Homiletika dapat didefinisikan sebagai "Ilmu Berkhotbah atau pelajaran berbicara di hadapan orang banyak supaya pokok yang disampaikan dapat disajikan dengan cara yang terang, nyata dan berkuasa.

Tekanan dalam kata ini adalah bagaimana cara memberitakan pengajaran Kristen secara teratur, sistimatis dan sedap didengar agar pendengar dapat menerima denganbaik serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Definisi di atas mengandung dua indikasi yaitu; persiapan bahan khotbah, dan yang utama persiapan menyampaikan khotbah. Itu berarti homiletika adalah sebuah ilmu yang praktis yaitu mempelajari bagaimana cara memberitakan pengajaran Kristen termasuk syarat-syarat dalam mendidik seseorang menjadi seorang pemberita firman yang baik

Pengertian Homiletika Menurut Para Ahli

Para ahlipun juga memberikan beberapa pengertian mengenai Homiletika atau ilmu berkhotbah. Berikut ini pengertian Homiletika menurut para ahli:

1. Philips Brook 

Philips Brook mendefinisikan, “Berkhotbah ialah penyampaian kebenaran oleh manusia kepada manusia.” Di dalamnya terdapat dua unsur penting: kebenaran, dan kepribadian. Tidak satu pun daripadanya dapat dikecualikan (p. 86).

2. Ernest Petry 

Ernest Perty mendefinisikan, “Berkotbah adalah pengaliran kehidupan, penyaringan kebenaran illahi melalui pribadi manusia” (p. 86).

3. Ed webber preaching

Ed webber preaching mendefinisikan berkhotbah adalah “Penyampaian Kebenaran Alkitab secara lisan oleh Roh Kudus melalui seorang manusia kepada hadirin tertentu dengan tujuan agar mereka memberikan tanggapan positif”

4. William Evans

William Evans mendefinisikan berkhotbah sebagai “memberitakan kabar kesukaan, dilakukan oleh seorang manusia dan ditujukan kepada sesamanya.

Fungsi / Tujuan Homiletika

Berikut ini beberapa fungsi dan tujuan Homiletika yang wajib kamu ketahui sebagai seorang pelayan Tuhan dalam jemaat:
  1. Manusia dapat mengenal Allah secara benar
  2. Menerangkan Yesus Kristus dan karya-karyaNya yang sudah genap dan sempurna
  3. Mengubah kehidupan (pertobatan)
  4. Mengubah orang menjadi lebih dewasa
  5. Menghibur orang yang gelisah, kuatir dan menderita
  6. Agar Alkitab dicintai sebagai pedoman hidup yang utama.

Kedudukan Homiletika Dalam Teologi

Berikut ini kedudukan Homiletika dalam ilmu Teologi:

1. Teologi Biblika

Teologi ini bertugas menggali arti dan makna yang benar serta kebenaran- kebenaran yang ada didalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai pegangan iman. Ilmu yang termasuk di dalamnyaantara lain; Introduksi PL dan PB, Eksposisi PL dan PB, Bahasa Ibrani dan Yunani, Hermeneutika-Eksegese (ilmu tafsir). Teologi PL dan PB.

2. Teologi Sistematika

Teologi ini bertugas menemukan, merumuskan dan mempertahankan dasar iman sambil menyelidikicara dan pengalaman iman, dalam berpikir dan bertindak terhadap obyek yang bersifat dogmatis.Bidang-bidang yang termasuk antara lain: Teologi Proper, Doktrin Trinitas, Kristologi, Pneumatologi,Bibliologi, Eklesiologi, Eskatologi, Sinologi, Angelologi, Teologi Paulus, Teologi Calvin, dll.

3. Teologi Historika

Teologi ini bertugas mengikuti dan menyelidiki perkembangan pengajaran dan sejarahnya, gereja dansejarahnya, misalnya: Sejarah Gereja Dunia, Sejarah Gereja Asia, Sejarah Gereja Indonesia, SejarahDoktrin, dll.

4. Teologi Praktika

Teologi ini bertugas memikirkan dan melancarkan cara penyampaian iman dalam usaha pemberitaanagar relevan dan mengena. Pendeknya, teologi ini bertugas untuk memikirkan bagaimana ketigateologi di atas dapat memaknai hidup manusia. Bidang-bidangnya antara lain; Homiletika, Kateketik,Evangelisasi, Misiologi, Pendidikan Kristen, Apologetika, Pertumbuhan Gereja, Manajemen Gereja,Kepemimpinan Kristen, Metode Pekabaran Injil, dll.

Referensi: Adapun referensi dari artikel ini kebanyakan bersumber dari catatan kuliah Waroy John tentang Dasar-Dasar Homiletika dan beberapa referensi lainnya.

Blogger Toraja
Blogger Toraja Menulis adalah bekerja untuk keabadian, semua orang akan mati kecuali karyanya
close