Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apa Itu Etika Deskriptif: Pengetian dan Contohnya

Selamat datang di situs Blogger Toraja.

Ada berbagai cara untuk mempelajari bidang moral. Biasanya bidang ini dibedakan menjadi tiga pendekatan ilmiah yakni etika deskriptif, etika normatif dan metaetika. Namun dalam pembahasan kali ini, Blogger Toraja hanya akan membahas mengenai apa itu etika deskriptif beserta contohnya. Sedangkan untuk etika normatif dan metaetika akan saya bahas di artikel selanjutnya. Yuk langsung disimak pembahasannya berikut.

Apa Itu Etika Deskriptif?

Sudah jelas dari namanya bahwa etika deskriptif hanya melukiskan fenomena moral tanpa menilai baik buruknya. Pendekatan ini tidak mengatakan apakah perbuatan atau perilaku yang dipelajari boleh dilakukan atau tidak . Sikap peneliti tinggal netral saja dari sudut moral.

1. Pengertian Etika Deksriptif

Etika deskriptif adalah etika yang dapat dilihat secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia serta apa tujuan manusia yang sangat bernilai dalam hidup ini. Etika tersebut dapat memberikan fakta yang merupakan dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang akan diambil.

2. Contoh Etika Deskriptif

Contoh etika deskriptif adalah antropologi budaya yang membahas tentang kebiasaan mengayau kepala pada suku-suku asli. Suatu kebiasaan tersebar luas di tanah air kita pada zaman pramodern, atau kebiasaan mempersembahkan korban anak kepada dewa-dewa seperti yang terjadi dulu pada beberapa suku Indian di Amerika Latin.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut menyangkut pembunuhan. Jadi para antropolog dapat berbicara tentang sebuah topik yang jelas bersifat moral, tetapi moralitas kebiasaan itu sendiri tidak disoroti. Yang diselidiki hanyalah hal-hal seperti struktur sosial kebiasaan itu, makna dan kedudukannya dalam masyarakat bersangkutan, cara kebiasaan itu dihayati oleh suku-suku tersebut, dan sebagainya.

Contoh lain yang bisa kita lihat adalah masalah korupsi. Kalau kita mengerti korupsi sebagai penyalahgunaan dana milik negara untuk kepentingan pribadi pejabat, maka perbuatan itu pasti ada konotasi moral, karena pada dasarnya merupakan pencurian. 

Tingkah laku korupsi itu bisa dipelajari oleh ilmu sejarah: korupsi yang selalu sudah terjadi, berkembang bagaimana sampai cara paling canggih dalam era digital? Masalah koripsi bisa dipelajari juga oleh ilmu sosiologi. Kalau begitu, diselidiki jenis-jenis koripsi yang dilakukan, motivasi apa yang dominan pada pelaku korupsi, bagaimana dampaknya atas sektor perekonomian, bagaimana sikap masyarakat terhadap korupsi dan lain sebagainya.

Etika Dekstiptif Termasuk Filsafat atau Tidak?

Etika deksriptif tidak termasuk filsafat karena membatasi diri pada yang tampak secara faktual. Sekarang etika deskriptif terutama dijalankan oleh ilmu-ilmu sosial seperti antropologi budaya, psikologi dan sosiologi.

Dan seperti yang kita lihat tadi, etika deksriptif bisa dipraktekkan juga oleh ilmu sejarah (yang termasuk humaniora). Perlu dicatat lagi, para ilmuan sosial sendiri tidak menggunakan istilah etika deskriptif. Istilah itu terutama dipakai oleh para filsuf untuk mempertentangkannya dengan etika filosofis.

Demikianlah pembahasan Blogger Toraja mengenai Apa Itu Etika Deskriptif, Pengertian Etika Deskriptif dan Contoh Etika Deskriptif, semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih.

Sumber: buku Pengantar Filsafat karangan K. Bertens, Johanis Ohoitimur, Mikhael Dua dan diterbitkan oleh PT Kanisius serta sumber-sumber lainnya.

Blogger Toraja
Blogger Toraja Anugerah terbesar adalah ketika kita memiliki kemampuan dan masih diberi kesempatan untuk berbagi kepada sesama walaupun itu hanya lewat ketikan keyboard
close